Text
Sejarah Umat Islam Indonesia
Keinginan untuk membuat Sejarah Umat Islam Indonesia sudah lama terpendam. Selama ini belum pernah ada penulisan sejarah umat Islam secara spesifik. Sejarah Umat Islam selalu diidentikkan dengan sejarah nasional. Karena itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dalam rapat kerja nasional, Agustus 1977, telah memutuskan untuk membuat sejarah ini yang dimulai dari masukan sejarah di daerah-daerah.
Pada bulan Maret 1980, bekerja sama dengan Badan Kerja Sama Pendidikan Islam (BKSPI), MUI menyelenggarakan Seminar Pendahuluan Sejarah Islam di Indonesia. Dalam seminar itu berbicara antara lain Prof. Drs. H. Amura, Drs. Uka Tjandrasasmita, Prof. K. H. Saifuddin Zuhri, Prof. Drs. H. Hasbullah Bakry, SH, H. Imron Rosyadi SH, dan Bung Tomo.
Tetapi, baru pada tanggal 7 Jumadil Awal 1406 H atau 18 Januari 1986 M diambil keputusan pembuatan buku buku ini dengan membentuk komisi ad hoc yang bertugas merumuskan penjelasan MUI tentang organisasi-organisasi Islam untuk kepentingan generasi muda Islam. Penjelasan tersebut meliputi gagasan dan pemikiran K.H. Ahmad Siddiq (Rais Am Syuriah PBNU), pemandangan umum para peserta Rapat Pengurus Paripurna, masukan dari komisi-komisi tetap MUI, dan beberapa nara sumber dan tenaga ahli.
Pada tanggal 20 Sya'ban 1406 H yang bertepatan dengan 24 April 1986, dibentuklah tim yang terdiri dari Dr. Taufik Abdullah, Dr. Hasan Mu'arif Ambary, Dr. Kuntowijoyo, dan Drs. Ahmad Manshun Suryanegara. Dua bulan kemudian diselenggarakan lokakarya panitia ad hoc MUI di Cipayung, Bogor, yang menghasilkan beberapa rancangan yang kemudian dilengkapi dengan pertemuan di Cipanas, 14-15 September 1987 yang memutuskan melengkapi tim dengan tenaga muda Drs. Adabi Darban dan Drs. Mohammad Hisyam. Pada Rakernas MUI pada November 1987 memutuskan agar buku ini selesai pada tahun 1988. Namun, setelah melampaui penyempurnaan di berbagai sisi buku ini baru bisa diselesaikan tanggal 9 Rabiul Awal 1412 H, bertepatan dengan 18 September 1991 M di Cipayung, Bogor.
Memang cukup panjang proses penulisan sejarah ini yang telah melampaui berbagai kepemimpinan baik di MUI maupun di Departemen Agama. Dimulai sejak MUI dipimpin K.H. Hasan Basri, Prof. K.H. Ali Yafie, hingga K.H. M.A. Sahal Mahfudi. Juga, sejak Menteri Agama Munawir Sjadzali, Tarmizi Taher, Quraish Shihab, Malik Fajar, Tolchah Hasan, hingga Said Aqil Husin Almunawar. Namun kehati-hatian pada masa yang panjang itu setidaknya membawa hikmah tersendiri terhadap pentingnya buku ini sehingga bisa hadir lebih sempurna secara materi dan fisik. Buku yang diselesaikan selama 14 tahun ini setidaknya akan menjadi kekayaan khazanah intelektual kita terutama dalam pendokumentasian perjalanan Umat Islam Indonesia.
Tidak tersedia versi lain