Text
Mata Kuning Muda
Bila dibaca dengan sederhana, Mata Kuning Muda akan terasa seperti kumpulan cerpen lainnya. Namun, dengan sedikit kejelian, pembaca akan menemukan satu temali yang menghubungkan satu cerita ke cerita yang lain, tentang orang-orang kecil yang terpinggirkan, kebudayaan-kebudayaan yang ditinggalkan, dan perjuangan-perjuangan manusia untuk bertahan hidup di tengah kasak-kusuk dunia.
Dalam buku ini, Farizal Sikumbang sangat jernih menceritakan manusia-manusia yang hidup dalam kebudayaan dan situasi lokal daerahnya. Lokalitas tersebut tidak cuma sebagai bumbu-bumbu, tempelan-tempelan, apalagi jualan eksotisme, melainkan menjadi bagian terpenting dari konflik cerita yang ia tulis.
Tidak tersedia versi lain